Mempelajari turunan senyawa alkana, subab alkohol dan
asam alkanoat. Bab 4 KTSP 2006 kelas 12, dalam hal pembuatan alkohol dan cuka
yang senyawanya merupakan turunan alkana.
Alkohol adalah senyawa turunan alkana, begitupun
cuka dari asam alkanoat. Di dalam kehidupan ini, kita sering menemukan alkohol
dan cuka. Sering kita konsumsi atau hanya sekedar tahu. Tetapi, dari manakah bisa
terjadi alkohol dan cuka?
1.
Mengapa alkohol dapat terjadi?
2.
Mengapa ada cuka organik?
3.
Bagaimana rumus senyawa alkohol dan cuka?
Alkohol, turunan alkana memiliki gugus (-OH), tetapi
dalam kehidupan, dan yang telah diketahui dari zaman dahulu, ketika seseorang
memfermentasikan gula menjadi alkohol menjadi Etil Alkohol yang biasa diminum,
dan memabukkan. Rumus senyawa etil alkohol (C2H5OH), cairan tak berwarna.
Fermentasi
alkohol
Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan
glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Organisme yang
berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau
minuman keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
Cuka,
dari asam alkanoat yaitu asam asetat. Asam asetat merupakan senyawa kimia asam
organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma makanan. Asam cuka
memiliki rumus empiris C2H4O2/CH2COOH.
Fermentasi merupakan proses mikrobiologi yang
dikendalikan oleh manusia untuk memperoleh produk yang berguna, dimana terjadi
pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerob. Peruraian dari kompleks
menjadi sederhana dengan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan energi.
Mikroba yang umum digunakan dalam industri fermentasi termasuk dalam bakteri
dan fungi tingkat rendah yaitu kapang dan khamir.
Fermentasi asam cuka merupakan satu contoh
fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini biasa dilakukan
oleh bakteri asam cuka (Acetobacter) dengan substrat etanol. Jika diberikan
oksigen yang cukup, bakteri-bakteri ini dapat memproduksi cuka dari
bermacam-macam bahan makanan yang beralkohol. Bahan makanan yang biasa
digunakan yaitu sari buah apel, anggur, biji-bijian fermentasi, malt, beras,
atau bubur kentang.
Dari proses fermentasi asam cuka, energi yang dihasilkan
lima kali lebih besar daripada energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol.
Secara umum reaksi kimia yang terfasilitasi oleh
bakteri ini adalah:
C2H5OH + O2 —> CH3COOH + H2O
C2H5OH + O2 —> CH3COOH + H2O
Bahan Baku dalam proses fermentasi pembuatan asam
asetat :
Buah-buahan, kentang, biji-bijian, bahan yang
mengandung cukup banyak gula, atau alkohol
Bakteri asetat (Bacterium aceti)
yaitu Acetobacter untuk proses aerob dan bakteri dari
genusClostridium
Bakteri yang berperan dalam proses fermentasi asam
cuka adalah:
a. Fermentasi aerob dibantu dengan bakteri Acetobacter aceti
b. Fermentasi anaerob dibantu dengan bakteri Clostridium thermocetium
a. Fermentasi aerob dibantu dengan bakteri Acetobacter aceti
b. Fermentasi anaerob dibantu dengan bakteri Clostridium thermocetium
Kulit
Pisang dalam pembuatan cuka organik, memiliki 13 kandungan. Sehingga kulit
pisang dapat dijadikan cuka. Diantaranya; karbohidrat,air,lemak,protein,minyak
nabati, serat, vitamin C, vitamin B kompleks terutama B6, Kalsium, Kalium,
Lutein, zat antioksidan dan Serotin.
Apel hijau memiliki kandungan sebagai berikut; Protein,
lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, besi, vitamin
A,B1,B2,B3,B5,B6,B9,C, diet serat, air, gula, magnesium, kalium, seng.
Bahan:
1.
Kulit pisang
kepok
2.
Apel hijau
3.
Ragi / Fermipan
4.
Air matang
- jeruk nipis
Alat:
1.
Blender
2.
Kain saring
3.
Botol bir
4.
Baskom
5.
Corong
6.
Sumpit
- Pisau
Sendok
- Gunting
Isolasi
1. Pembuatan Alkohol:
a. Buah-buahan sebanyak 1 kg yang telah dicuci bersih
di blender hingga halus ditambah 1 liter air matang bila menggunakan juicer
tidak perlu ditambah air dan gula pasir lokal serta tidak perlu disaring lagi.
b. Saring dengan kain halus
c. Tambahkan fermipan sebanyak setengah bungkus dan
gula pasir lokal 1 sdm.
d. Simpan dalam botol dan tutup rapat letakkan di
tempat sejuk.
e. Beri label
2.
Pembuatan Cuka Organik:
a.
Setengah kg kulit pisang yang masih segar dicuci dengan air matang.
b. Haluskan kulit pisang dengan blender di tambah
500ml air saring dengan kain halus yang bersih.
c. Tambahkan ragi sebanyak 1 bungkus dan perasan air
jeruk nipis sebanyak 100 ml (bisa juga dengan melarutkan asam sitrat 1 bungkus
@5gram dengan air matang 100ml)
d. Simpan dalam botol tertutup dan letakan di tempat
teduh
Pada hari pertama :
-
Sudah terjadi
endapan.
3 hari berikutnya :
-
Terjadi
penyusutan cairan dan endapan di bagian atas dan bawah.
3 hari berikutnya :
-
Warna sedikit
memudar tidak keruh.
Sampai hari dibuka, warna cuka dan alkohol keruh,
terdapat endapan.
Alkohol :
-
Memiliki warna
seperti tuak
-
Memiliki bau
khas alkohol
-
Memiliki rasa
khas alkohol
Cuka :
-
Memiliki warna
yang keruh
-
Memiliki bau
yang segar
-
Memiliki rasa
yang asam
Bagaimana menurutmu tentang pembuatan cuka menggunakan kulit pisang? sampai sekarang saya masih kurang mengerti, tetapi ini adalah laporan saya dulu.
Hello buddy to share knowledge that clever-pinter.kali I will write about how to make your alkohol.Bagi science lovers
BalasHapus